Mimpi
M I M P I
perkenalkan namanya mimpi, kepingan kecil dari kaca disebuah lemari tinggi, mengambang pergi layaknya satelit bumi, tersenyum sambil menggambar di semak berduri.
melangit menuju angkasa, memandang bumi seisinya, merancang titik demi titik supaya tak lagi terlihat pelik, merangkak naik menuju puncak dengan berbisik.
"dunia sudah kulukis dengan tangan kecilku" bisik wanita bermata besar, jarinya yang lentik diasah tajam oleh pemiliknya.
wanita bermata besar itu melangkah, bersama dengan petunjuk menuju arah, yang tak taunya penuh dengan kepingan darah, mengalir membasahi jiwa dengan warna merah.
tok.. tok.. tok..
tak ada seorangpun yang mengizinkannya masuk.
tok.. tok.. tok..
suara itu semakin keras.
mengelabuhi sunyi, suara keras itu menggema, meruntuhkan titik titik yang sudah disusun pula, bertempur dengan jurang didepan mata supaya tak masuk kedalamnya.
suatu hari, mimpi itu mendengkur begitu keras hingga ke langit, membelah secercah awan yang telah menggumpal rapat, menarik kawanan, menyaksikannya dengan diam.
ia bangun, menyadari jika kehadirannya tak harus bersemai, didorong kasar menuju hutan rotan berisikan serigala, terperosok dan meringkuk, bersembunyi dibawah daun layu yang hampir mengering.
tubuhnya luka, dia butuh perban supaya tak kunjung menjadi infeksi, namun tak ada suara, hanya serigala yang menggonggong dimalam bulan purnama.
"selamatkan aku, diriku hampir mati kaku"
"tunggu, aku sedang dalam perjalanan menemuimu"
Komentar
Posting Komentar